Skip to main content

Perbedaan Happiness (kebahagiaan) dan Kesenangan (pleasure)

Dua kata yang mungkin sepele. Bukan kata yang jarang dipakai, namun kata ini sangatlah penting. Saking pentingnya Amerika serikat menggunakan salah satu dari dua kata ini pada deklarasi kemerdekaan mereka, pursuit of happiness.

Namun banyak dari kita yang tidak mengerti perbedaannya, kebahagiaan dan kesenangan. 

Okay akan saya coba jelaskan beberapa perbedaannya.

Jangka panjang atau jangka pendek.
Ini yang paling esensial. efek kesenangan muncul hanya sesaat. Ketika kita menerima kenaikan gaji, pada saat itu pula muncul kesenangan dalam diri kita. Namun dua bulan kemudian kehidupan kita akan seperti biasa kembali. Tubuh sudah menyesuaikan diri dengan keadaan gaji yang telah naik tersebut. Sementara kebahagiaan bersifat jangka panjang. Ketenangan diri, penerimaan atas segala yang dimiliki rasa syukur, adalah sesuatu yang perku dilatih setiap hari. Dan memiliki efek jangka panjang.

Internal atau eksternal.
Kesenangan muncul dari hal hal eksternal. Dipuji orang, naik gaji, hubungan sexual dan lain lain. Sementara kebahagiaan muncul dari dalam diri masing masing. Menerima kekurangan diri sendiri, ramah terhadap orang lain, kasih sayang dan lemah lembut, menjaga pola hidup sehat.


Kesenangan bersifat adiktif
Kenaikan pangkat, pujian, harta tidak akan ada habisnya. Keinginan tersebut akan selalu muncul. Sangat sulit untuk merasa cukup atas benda benda materi tersebut. Semua sumber kesenangan bersifat adiktif artinya kesenangan akan selalu menuntut untuk meminta lebih. Sementara kebahagiaan tidak, karena salah satu sumber kebahagiaan adalah bersyukur dan menerima apa yang telah kita miliki.

Kebahagiaan meningkatkan imunitas.
Orang yang bahagia cenderung memiliki daya tahan tubuh lebih kuat. Sebuah penelitian pada 81 mahasiswa menunjukan mahasiswa yang lebih bahagia memiliki imun yang lebih baik pada pentakit hepatitis b. Selain itu juga orang yang lebih bahagia memiliki imunitas pada flu tiga kali lebih baik daripada orang yang tidak bahagia.



Demikian perbedaan kebahagiaan dan kesenangan. Walaupun terlihat sederhana, bahagia tidaklah mudah. Hidup sehat atau menerima banyak sekali kegagalan dalam hidup perlu untuk dilatih. Namun hidup memang butuh perjuangan kan.

Comments

Popular posts from this blog

Tanaman Tanaman Yang Bisa Ditanam Dari Sisa Dapur

Sayur sayuran sejatinya bukan sesuatu yang sulit ditanam. Disisi lain diet yang sehat adalah diet yang beragam. Daripada sisa dapur ini dibuang, akan lebih baik jika ditanam lagi, berikut tanaman tanaman sisa dapur yang bisa ditanam di rumah. Air 1. Selada 2. Pakcoy 3. Daun Bawang 4. Wortel 5. Ketumbar/seledri Umbi ditanam di tanah 1. Bawang Merah 2. Bawang Putih 3. Sereh 4. Jahe, Kunyit, Kencur. Biji, dipisahkan lalu Ditanam 1. Cabai cabaian 2. Tomat 3. Jeruk Nipis

Kutu Daun pasa Alocasia, Caladium dan Colocasia

Pengertian: Kutudaun/Aphids (Macrosiphoniella sanborni Gillette, Aphis craccivora) termasuk dalam Ordo Hemiptera dengan  Famili Aphididae. Aphididae berasal dari bahasa Yunani yang berarti menghisap cairan, serangga ini menghisap cairan dari tumbuhan untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.  Gejala. Daun layu Ada hewan kecil berwarna hitam pada batang atau daun. Tanaman yang diserang Caladium Alocasia. Colocasia Pencegahan dan solusi. Tanaman yang terkena dipisahkan dari tanaman lain. Rutin melakukan penyemprotan dengan campuran sabun cuci piring. Jika parah dapat menggunakan pestisida.

Manfaat Berkebun untuk Kesehatan Mental

Beberapa hari yang lalu saya menulis tentang bagaimana berkebun beemanfaat untuk mengurangi rasa cemas yang saya rasakan. Sekarang saya akan menoba untuk menjelaskan manfaat berkebun bagi kesehatan mental dari sebuah artikel yang saya temukan. Artikel ini berjudul "The benefits of gardening and food growing for health and wellbeing". Yang ditulis oleh Ulrich Schmutz dan beberapa rekannya dari Universitas Country UK. Artikel itu sepertinya dibuat untuk sebuah proyek bernama "Growing Health", sebuah gerakan untuk mengajak orang orang mulai berkebun di UK. Berdasarkan artikel ini, pada hasil jejak pendapat pada orang yang mengikuti sebuah program berkebun di Amerika mengatakan, alasan mengikuti program tersebut karena program tersebut baik untuk kesehatan mental mendapat peringkat nomor dua (19%), kedua terbanyak setalah rekreasi 21% dan sisanya alasan yang lain. Kegiatan fisik ketika berkebun juga terbukti dapat meningkatkan perhatian atau fokus. Terutama pada...