Skip to main content

Manfaat Nongkrong

Pada tahun 2012 New York Times merilis artikel tentang fenomena merebaknya Seven Eleven di Indonesia. Yang menarik pada artikel tersebut adalah di artikel tersebut dikatakan bahwa banyak orang Indonesia yang "doing nothing" atau nongkrong disitu. Lalu apakah nongkrong kegiatan yang sia sia seperti yang disebutkan?

Bahasa merupakan produk budaya. Nongkrong sendiri adalah produk budaya Indonesia, untuk itu tidak ada padanan kata yang benar benar tepat untuk nongkrong dari bahasa Inggris. Kata yang mendekati adalah hangout yang artinya kurang lebih pergi keluar bersenang senang. Selain itu kata lain yang mendekati adalah socialize yang artinya bersosialisasi. Sosialisasi sebenernya adalah bentuk yang umum, nongkrong adalah salah satunya bentuk bersosialisasi. Di Indonesia nongkrong sendiri sudah menjadi bagian budaya dari berbagai suku di Indonesia, mulai ngupi di aceh sampai duduk di para para sambil makan pinang di Papua.

Nongkrong, atau bersosialisasi sendiri sebenarnya punya banyak manfaat. Kata itu bukan sekedar doing nothing seperti anggapan media tersebut. Berikut saya ada beberapa manfaat dari nongkrong atau bersosialisasi yang saya kutip dari psychologitoday.com

1. Hidup yang lebih lama.
Orang yang hidup sering nongkrong atau bersosialisasi, punya kecenderungan untuk hidup lebih lama dari yang tidak.

2. Kesehatan Fisik yang lebih baik
Ikatan sosial yang dimiliki oleh orang orang yang lebih sering berosialisasi ternyata dapat memberika ketahan tubuh(imunitas) dari berbagai beberapa penyakit.

3. Kesehatan Mental yang Lebih Baik
Berinteraksi dengan orang lain dapat memberikan rasa tenang dan mengurangi depresi. Penelitian juga membuktikan berinteraksi juga dapat meningkatkan mood ketika bekerja.

4. Mengurangi resiko Dementia.
Riset terbatu membuktikan bahwa bersosialisasi baik untuk otak. Orang yang sering berinteraksi secara umum memiliki ingatan dan kemampuan kognitif yang lebih baik dari yang tidak.

Karena esensinya adalah bersosialisasi, sebenernya nongkrong tidak harus dengan teman. Ngobrol bersama keluarga, nenek, saudara arau orangtua juga punya efek yang sama. Jadi bukan masalah nibgkrong dengan siapa saja, kecuali kalau punya lingkungan yang toxic sehingga harus dihindari.

Jadi ayo nongkronglah untuk kehidupan yang lebih baik 😄







Comments

  1. Izin promo ya Admin^^

    Bosan gak tau mau ngapain, ayo buruan gabung dengan kami
    minimal deposit dan withdraw nya hanya 15 ribu rupiah ya :D
    Kami Juga Menerima Deposit Via Pulsa x-)
    - Telkomsel
    - GOPAY
    - Link AJA
    - OVO
    - DANA
    segera DAFTAR di WWW.AJOKARTU.COMPANY ....:)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tanaman Tanaman Yang Bisa Ditanam Dari Sisa Dapur

Sayur sayuran sejatinya bukan sesuatu yang sulit ditanam. Disisi lain diet yang sehat adalah diet yang beragam. Daripada sisa dapur ini dibuang, akan lebih baik jika ditanam lagi, berikut tanaman tanaman sisa dapur yang bisa ditanam di rumah. Air 1. Selada 2. Pakcoy 3. Daun Bawang 4. Wortel 5. Ketumbar/seledri Umbi ditanam di tanah 1. Bawang Merah 2. Bawang Putih 3. Sereh 4. Jahe, Kunyit, Kencur. Biji, dipisahkan lalu Ditanam 1. Cabai cabaian 2. Tomat 3. Jeruk Nipis

Kutu Daun pasa Alocasia, Caladium dan Colocasia

Pengertian: Kutudaun/Aphids (Macrosiphoniella sanborni Gillette, Aphis craccivora) termasuk dalam Ordo Hemiptera dengan  Famili Aphididae. Aphididae berasal dari bahasa Yunani yang berarti menghisap cairan, serangga ini menghisap cairan dari tumbuhan untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.  Gejala. Daun layu Ada hewan kecil berwarna hitam pada batang atau daun. Tanaman yang diserang Caladium Alocasia. Colocasia Pencegahan dan solusi. Tanaman yang terkena dipisahkan dari tanaman lain. Rutin melakukan penyemprotan dengan campuran sabun cuci piring. Jika parah dapat menggunakan pestisida.

Manfaat Berkebun untuk Kesehatan Mental

Beberapa hari yang lalu saya menulis tentang bagaimana berkebun beemanfaat untuk mengurangi rasa cemas yang saya rasakan. Sekarang saya akan menoba untuk menjelaskan manfaat berkebun bagi kesehatan mental dari sebuah artikel yang saya temukan. Artikel ini berjudul "The benefits of gardening and food growing for health and wellbeing". Yang ditulis oleh Ulrich Schmutz dan beberapa rekannya dari Universitas Country UK. Artikel itu sepertinya dibuat untuk sebuah proyek bernama "Growing Health", sebuah gerakan untuk mengajak orang orang mulai berkebun di UK. Berdasarkan artikel ini, pada hasil jejak pendapat pada orang yang mengikuti sebuah program berkebun di Amerika mengatakan, alasan mengikuti program tersebut karena program tersebut baik untuk kesehatan mental mendapat peringkat nomor dua (19%), kedua terbanyak setalah rekreasi 21% dan sisanya alasan yang lain. Kegiatan fisik ketika berkebun juga terbukti dapat meningkatkan perhatian atau fokus. Terutama pada...